1. Akar
Memiliki jenis akr tunggang yang tumbuh mengarah ke pusat bumi dan percabangan akar yang dapat memenuhi kebutuhan air dan zat hara.
2. Batang
Penjelasan: Maja (Aegle marmelos (L.)Correa) merupakan tanaman perdu dengan kulit buah berwarna hijau dan mempunyai kulit tempurung yang sangat keras. Pohon maja dapat tumbuh sampai 20 meter menjulang ke atas dan kayunya sangat keras. Perbanyakan tanaman maja bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif (cangkok) (Rismayani, 2013). Batangnya berkayu, bulat, bercabang, berduri dan berwarna putih kekuningan (Badan POM RI, 2008).
3. Daun
Dahan pohon maja memiliki banyak duri yang tumbuh di ranting daun dengan panjang 1-3 cm. Daunnya berseling dan beranak, daun bertangkai panjang dan beringgit mempunyai titik tembus cahaya (Utami, 2008). Pohon maja merupakan pohon pendek yang tumbuh lurus ke atas.Daunnya berseling dan beranak masing masing 3. Daun bertangkai panjang dan beringgit mempunyai titik tembus cahaya.
4. Bunga
Penjelasan : Bunga maja berbentuk tandan keluar dari ketiak daun, bergerombol dan kelopak bunga berbentuk segitiga, berwarna kehijau-hijauan hingga putih dan wangi (Sunarto, 1992).Bunga berwarna putih kehijauan dan berbau harum ,terdapat 4 sampai 7 bunga yang bergelombang sepanjang cabang muda ,memiliki 4 kelopak bunga yang tersusun secara selang seling.
5. Buah dan Biji
Buah berbentuk agak bulat dan berwarna hijau, diameter buah 5-12,5 cm, kulit buah mengayu dan keras, bijinya 6-10 buah berada di dalam daging buah yang jernih (Sunarto, 1992). Bijinya kecil berukuran 1cm tertanam didalam daging. Bijinya keras,gepeng berbentuk persegi panjang,berbulu, dan masing masing dilapisi kantung perekat (Nigam,2015).
Tanaman maja bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif (cangkok)
Persebaran Buah Mojo sangat banyak sekali, khususnya di wilayah Jawa Timur. Terlebih lagi habitatnya beíada di Pulau Jawa. Pohon ini habitatnya di Jawa, dia mudah hidup asalkan tidak teílalu keíing. Sepeíti di daeíah gunung kapuí dan leíeng. Dia banyak hidup ditempat tempat cukup aií sepeíti DAS atau daeíah cekungan yang aiínya melimpah.
Maja umumnya diperbanyak dengan benih; semainya ditanam di lapangan setelah berumur 1 tahun, dengan jarak tanam 6-9 m. Tanaman ini dapat juga diperbanyak secara vegetatif dengan tunas akar (root suckers), atau dengan pertunasan (budding), juga dienten pada semai jenis Aegle lain dan pada Swinglea glutinora (Blanco) Merr. Tanaman ini yang diperbanyak secara vegetatif akan berbuah setelah berumur 5 tahun, dan dapat berbuah lebat sampai berumur 15 tahun. Buahnya akan matang pada musim kering setelah sebagian besar daunnya rontok dalam mengantisipasi munculnya bunga pada musim berikutnya.
Buah maja yang matang dapat dimakan langsung atau dibuat serbat, sirop, 'marmalade' dan nektar buah. Lendir yang ada di sekitar biji pada buah mentah dapat digunakan sebagai perekat untuk keperluan rumah tangga. Ekstrak daun dan buah mudanya di Jawa digunakan sebagai ganja tiruan. Di Jawa, buah yang hampir matang diiris-iris, dikeringkan dan digunakan sebagai obat disentri kronis, diare, dan sembelit. Ekstrak buah matang juga digunakan untuk obat bengkak dubur. Kulit buah mentah dapat digunakan sebagai cat kuning dan sebagai agen tanin. Di Indo-Cina, kulit batang dan daun maja digunakan sebagai obat demam yang hilang-timbul, tetapi di Sulawesi, kulit batang ini digunakan untuk meracun ikan. Di Jawa, daun muda maja digunakan sebagai lalap, walaupun konon daun muda ini dapat menyebabkan keguguran dan kemandulan pada wanita; dicampur dengan daun sirih dan kapur, daun maja dapat digosok gosokkan ke kulit yang gatal, dan digunakan sebagai tapel untuk luka. Di Madura, cairan daun maja digunakan sebagai obat penyakit mulut dan kuku pa.da ternak. Akar maja digunakan sebagai obat penenang debaran jantung, gangguan pencernaan, dan bengkak lambung. Kayu maja cocok untuk membuat perkakas kecil- kecilan, seperti gagang keris.
a. Ekonomi
Bisa perjual belikan karna termasuk tanaman hias yang harga eskpor tanamam nya kisaran 1,7 juta. Papan sebagai hiasan.
b. Kesehatan
1. Mengobati diabetes
Kandungan alami yang dimiliki di dalam buah maja tersebut sangat ampuh menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Buah maja ini memang sangat terkenal di seluruh penjuru dunia, namun nama internasionalnya dikenal dengan sebutan bael fruit atau wood apple. Selain mengandung berbagai jenis vitamin, maja juga dilengkapi dengan nutrisi gizi, seperti protein, karbohidrat, dan lemak. Buah ini juga diperkaya dengan steroid, marmelosina, alkkaloida, minyak alami, dan kumarin.
2. Mengobati asma
Bukan hanya buahnya saja yang baik untuk kesehatan. Daun pohon maja juga bisa mengobati sakit asma. Namun, daun yang digunakan haruslah yang sudah kering.
3. Buah, akar dan daun mojo dapat digunakan sebagai antibiotik.
4. Akar, daun dan ranting mojo dapat digunakan sebagai obat saat digigit ular.
5. Akar buah mojo dapat digunakan sebagai obar demam.
6. Kulit dari batang dan akar buah mojo dapat digunakan sebagai obat jantung.
7. Daun mojo dapat digunakan sebagai obat borok, kudis, bisul serta radang selaput lendir pada hidung.
8. Buah mojo dapat digunakan sebagai obat disentri dan diare.
9. Buah mojo juga dapat digunakan sebagai pestisida alami
c. Lingkungan
Menetralisir racun dan polusi dan sebagai penangkal bakteri
Lingkungan SMAN 7 Purworejo
https://www.gbif.org/species/5421195
https://eprints.umm.ac.id/46755/3/BAB%20II.pdf
Guru Pembimbing: Dra. Asiyah
Konten: Nabila Oktaviani Azzahra (X MIPA 4)
Editor: Zahra Aptari
Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira
TA 2021/2022