
1. Akar
Akar adalah organ tumbuhan yang berperan penting dalam menahan berdirinya tumbuhan. Akar tanaman Alamanda berkambium dan tumbuh ke arah bawah. Sistem perakarannya adalah tunggang dengan warna putih kotor.Akar tunggang adalah akar yang besar, sentral, dan dominan dari mana akar lain bertunas secara lateral.Akarnya dapat digunakan untuk mencegah penyakit kuning.

2. Batang
Alamanda merupakan tumbuhan perdu, perlu memanjat, berumur panjang(perenial), tinggi bisa mencapai 3-8 m, dan mengandung getah. Batang berkambium, silindris, warna coklat, permukaan halus, percabangan monopodial, arah cabang terkulai. Pembuluh pengangkutnya teratur dalam lingkaran. Tipe berkas pengangkut kolateral terbuka.

3. Daun
Daunnya berjenis tunggal, berbentuk silindris, tahap tepi rata melipat ke bawah, ujung serta pangkal meruncing, panjang 5-16 cm, lebar 2,5-5 cm, tebal, mempunyai pertulangan menyirip, daun berwarna hijau, serta permukaan daun halus.

4. Bunga
Bunga majemuk, berbentuk terompet atau tandan(racemus) lepas di ujung, muncul di ketiak daun dan ujung batang. Kelipatan bagian bunganya 5. Benang sari berwarna putih. Bakal buah terlindungi daun buah. Kelopak terbagi dalam, taju tidak sama, bentuk lanset. Mahkota berbentuk corong (infundibuliformis) – berwarna kuning, pada pangkal agak melebar, pada separonya mendadak melebar membentuk lonceng, panjang mahkota +/-8 mm – 7 cm.

5. Buah
Buahnya majemuk dan dalam tandan. Buah bunga alamanda berbentuk kotak(capsula) serta berkatup dua dan bentuk bulat seperti telur dengan diameter 1,5 cm. Buahnya memiliki rambut pada bagian kulit permukaannya. Berwarna hijau ketika masih muda dan berwarna hitam ketika sudah tua. Buahnya mengandung polifenol, saponin, dan flavonoida.

6. Biji
Biji berkeping dua dan berbentuk segitiga serta pipih. Ketika masih muda biji Alamanda berwarna hijau keputih-putihan, setelah tua warnanya berubah menjadi hitam.

Alamanda dapat ditemukan pada daerah sekitar sungai atau tempat terbuka yang terkena banyak sinar matahari dengan hujan yang cukup dan kelembaban tinggi sepanjang tahun. Tanaman ini tidak mampu tumbuh pada tanah yang bergaram atau terlalu basa dan tanaman ini juga tidak tahan suhu rendah. Suhu -1 °C dapat mematikan tanaman tersebut karena tanaman ini sangat sensitif terhadap suhu dingin. Alamanda tumbuh dengan baik dan menghasilkan bunga pada intensitas matahari penuh tanpa halangan. Jika diberi halangan maka produksi bunganya menurun. Tanaman ini tumbuh baik dengan kondisi tanah berpasir, kaya bahan organik, serta beriaerasi baik. Secara keseluruhan, alamanda adalah tanaman yang mudah tumbuh pada kondisi yang sesuai sehingga pada beberapa daerah juga dipandang sebagai gulma. Iklim yang tepat untuk pertumbuhan alamanda adalah daerah dengan iklim tropis. Pada daerah dengan iklim tropis, alamanda dapat tumbuh hampir di sebagian besar lingkungan dengan laju pertumbuhan yang cukup cepat. Di habitat aslinya, alamanda hidup pada ketinggian 0-700 meter dari permukaan laut (dpl) dengan curah hujan 1000 hingga 2800 mm per tahun. Karena pertumbuhannya yang cepat, alamanda umum digunakan sebagai ornamen untuk menghias pagar dan tembok.
Tanaman alamanda berbunga sepanjang tahun di banyak habitat. Tanaman ini dapat berkembangbiak dengan biji, namun perbanyakan yang umum dilakukan yaitu dengan stek batang. Hal ini disebabkan, beberapa varietas hibrida sulit memunculkan kapsul biji. Alamanda tergolong tanaman yang tumbuhnya cepat sehingga harus sering dilakukan pemangkasan untuk menjaga penampilannya.
a. Generatif Dengan Biji

b. Vegetatif buatan dengan stek batang

a. Cara Menyambung
Menyambung yang dimaksudkan disini adalah memadukan tanaman hias alamanda yang memiliki perbedaan warna dan disambung. Contohnya, jika memiliki tanaman alamanda yang mempunyai warna bunga berwarna kuning maka disambung dengan tanaman hias bunga alamanda yang mempunyai warna orange atau warna ungu, dengan cara satu tanaman yang dijadikan tanaman pokok kemudian memotong dan memberikan tanaman alamanda yang berbeda yang disambung.
b. Cara Menanam Secara hidroponik
Cara budidaya tanaman hias alamanda berikutnya adalah melalui cara menanam secara hidroponik tanpa menggunakan media tanah. Cara membudidayakan tanaman alamanda secara hidroponik dilakukan dengan menyediakan kerikil, pot bunga tanggung, pasir, gambut dan pecahan genteng. Setelah itu, menaruh media pecahan genteng dalam pot bunga, kemudian memberi pasir dan tanam tanaman alamanda tersebut dengan posisi yang benar, dan berikutnya adalah memberi gambut diatas pasir dan setelah itu baru batu-batu kerikil kecil. Melakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari karena tanaman alamanda ini adalah tanaman yang merambat maka baiknya berilah kayu atau kawat penyangga agar kuat.
c. Cara Menanam dengan akar tinggal
Selanjutnya adalah tanam dengan akar tinggal, cara inilah yang sering digunakan untuk membudidayakan tanaman alamanda dengan teknik akar tinggal. Caranya cukup mudah yaitu adalah batang alamanda yang sudah tua pastinya akan meninggalkan akar yang terdapat pada ruas-ruas batang tanaman alamanda. Memotong batang tanaman alamanda dan menancapkan pada media tanah yang basah, menyiram dengan air yang pas, secukupnya dan teratur pagi dan sore.
d. Cara Menanam dengan biji
Cara membudidayakan tanaman alamanda adalah dengan cara menanam dengan biji. Caranya memilih biji alamanda yang terbaik dan bagus. Kemudian menabur biji tanaman alamanda di media tanah dengan selalu menyirami biji tersebut selama 2 minggu sampai 3 minggu secara berturut-turut, melakukan pengontrolan agar cepat bertunas. Ketika umur tunas alamanda mencapai 2 minggu, dipisahkan alamanda yang bertunas dan belum bertunas. Kemudian menanam di pot-pot kecil. Melakukan pengontrolan setiap seminggu atau sampai 2 minggu sekali.
a. Bidang Ekonomi
b. Bidang Kesehatan
1. Mengobati penyakit kulit
Bagian alamanda yang digunakan untuk mengobati penyakit kulit adalah daunnya. Sifat antibakteri yang terdapat dalam tanaman ini dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kulit seperti abses, kudis, kurap dan eksim. Anda cukup membersihkan daunnya dari kotoran dan debu, kemudian tumbuk hingga halus dan oleskan pada daerah yang terkena penyakit kulit.
2. Mengobati penyakit hati
Kandungan flavonoid yang tedapat pada buah alamanda merupakan senyawa aktif yang diketahui mampu mengobati penyakit hati. Selain itu, tanaman alamanda juga dipercaya mampu mengobati penyakit kuning.
3. Sebagai obat pencahar
Kelopak alamanda memiliki rasa yang sedikit pedas dan pahit yang juga digunakan sebagai obat pencahar dan emetik (penyebab muntah). Alamanda cukup ampuh sebagai obat pencahar alami, rasanya dapat membuat Anda memuntahkan isi dalam perut.
4. Mengobati penyakit disentri
Disentri ditandai dengan gejala kram pada perut, demam, mual dan diare yang disertai lendir dan darah. Bagi yang mengalami gejala tersebut, Anda bisa memanfaatkan bagian batang daun dari alamanda.
5. Mengobati sembelit
Alamanda juga terkenal ampuh dalam melancarkan gangguan pada pencernaan termasuk sembelit. Manfaatkanlah daun alamanda, Anda bisa menyeduhnya dan meminum air seduhan tersebut secara teratur.
6. Mengobati bengkak
Pembengkakan yang dibiarkan terus menerus dapat memicu terbentuknya tumor ganas hingga kanker. Kandungan antibiotik yang terdapat pada bunga alamanda dipercaya mampu mengurangi pembengkakan pada limpa.
7. Mencegah radikal bebas
Buah alamanda mengandung polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Hal tersebut dipercaya mampu menetralkan radikal bebas di udara terutama polusi, asap rokok dan paparan sinar matahari langsung.
8. Membunuh bakteri
Alamanda memiliki sifat anti bakteri yang diketahui terdapat dalam bunganya. Bunga alamanda mengandung getah yang secara aktif membunuh bakteri penyebab berbagai penyakit dalam tubuh.
9. Penawar racun dalam tubuh
Bagian alamanda yang digunakan sebagai penawar racun adalah daunnya. Daun alamanda dapat menonaktifkan racun dalam tubuh. Anda cukup memetik sekitar 15 daun alamanda yang ada di halaman rumah, lalu cuci dengan bersih. Rebuslah selama 15 menit. Air rebusan tersebut diminum saat pagi dan sore hari.
10. Menurunkan panas demam
Suhu tubuh yang meningkat secara drastis dapat menyebabkan demam dan disertai sakit kepala. Anda bisa merebus daun alamanda dan tunggu beberapa saat hingga air rebusan tersebut menjadi hangat. Gunakan untuk mengompres tubuh, bisa juga digunakan uapnya untuk menguapi tubuh saat demam.
11. Memperindah interior
Manfaat yang terakhir dari tanaman alamanda yang tidak boleh dilupakan adalah mempercantik dan memperindah interior. Bunganya yang cantik dan warna cerah yang dihasilkannya sangat cocok diletakkan di ruang tamu. Anda cukup memotong batangnya dan masukkan dalam vas transparan.
c. Bidang Industri
d. Bidang Lingkungan
1. Mengurangi paparan sinar UV
Kondisi tersebut membuat paparan UV di negara kita semakin tinggi. Meskipun berasal dari alam, namun sinar UV yang berlebih bisa menyebabkan berbagai masalah terutama untuk kesehatan. Disinilah tumbuhan memberikan peran cukup besar untuk menghalau UV. Menuru penjelasan di sehatq.com, pohon diketahui mampu mengurangi paparan UVB hingga 50% dan menurunkan dampak negatif dari sinar UV tersebut.
2. Mengatasi polusi udara.
Tumbuhan diketahui bisa menyerap polutan dan membuat kualitas udara lebih sehat. Maka dari itu, sangat penting untuk menyediakan ruang terbuka hijau agar polusi udara dapat berkurang.
3. Mencegah banjir.
Dalam laman sehatq.com juga dijelaskan bahwa manfaat tumbuhan dapat mencegah terjadinya banjir. Bencana alam yang terjadi saat musim hujan ini bisa dicegah dengan adanya pohon yang lingkungan tersebut. Pohon memiliki kemampuan menyerap air hujan, sehingga air yang turun tidak akan menggenang di permukaan tanah dan membuat banjir.
4. Memelihara kestabilan iklim.
Tumbuhan diketahui mampu menyerap karbon dioksida yang merupakan gas rumah kaca. Karbon dioksida ini bisa menyebabkan perubahan iklim yang drastis.Tumbuhan dapat membantu penyeraoan karbon dioksida dan mengubahnya menjadi oksigen melalui proses fotosintesis. Oksigen inilah yang dapat digunakan bagi makhluk hidup lain seperti manusia dan hewan. Selain itu, oksigen juga membuat udara lebih segar dan iklim tetap terjaga dengan baik.
Lingkungan SMAN 7 Purworejo.
Wikipedia. 2022. "Alamanda", https://id.wikipedia.org/wiki/Alamanda, diakses pada 22 Januari 2022 pukul 08.25.
Komarudin. 2021, "Alamanda, Tanaman Hias untuk Mempercantik Pagar dan Tembok yang Kaya Manfaat", https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4627297/alamanda-tanaman-hias-untuk-mempercantik-pagar-dan-tembok-yang-kaya-manfaat, diakses pada 22 Januari 2022 pukul 07.37.
Agrotek. 2020. "Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Bunga Alamanda", https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-bunga-alamanda/, diakses, pada 22 Januari 2022 pukul 08.50.
Kurniawan, Fredi. "Klasifikasi Dan Morfologi Bunga Alamanda (Allamanda cathartica)", https://fredikurniawan.com/klasifikasi-dan-morfologi-bunga-alamanda-allamanda-cathartica/, diakses pada 22 Januari 2022 pukul 09.18.
Bibitbunga. "11 Manfaat dan Khasiat Bunga Alamanda untuk Kesehatan", https://bibitbunga.com/manfaat-dan-khasiat-bunga-alamanda-untuk-kesehatan/, diakses pada 22 Januari 2022 pukul 09.44.
Agribisnis Agrokomplek. ”Cara Mudah Budidaya Tanaman Hias Alamanda”, https://www.agrikompleks.my.id/2020/03/cara-mudah-budidaya-tanaman-hias-alamanda.html, diakses pada 25 Januari 2022 pukul 17.08.
https://www.gbif.org/species/3169836
Guru Pembimbing: Dra. Asiyah
Konten: Ervita Damayanti (X MIPA 5)
Editor: Zahra Aptari
Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira
TA 2021/2022