1. Akar
Tanaman cemara memiliki akar tunggang, dan berkambium warna dari akar tanaman cemara putih kotor atau kekuningan. Akar cemara ini digunakan untuk menyerap unsur-unsur hara yang ada di dalam tanah dan juga untuk menyerap air.
2. Batang
Tanaman cemara memiliki batang yang berdiri tegak, bulat, permukaan batangnya agak kasar serta dalam batangnya mengandung resin Batang tanaman cemara memiliki warna cokelat dan mempunyai percabangan yang sangat banyak. Jika tanaman cemara semakin tinggi, maka cabangnya akan juga semakin berbentuk tidak simetris. batangnya yang masih muda bertekstur halus sedangkan batang yang tua bertekstur kasar, tebal, dan beralur. percabangan monopodial.
3. Daun
Daun cemara laut berbetuk jarum, Daun dari cemara laut mudah gugur, tumbuh merunduk, serta berwarna hijau-keabu-abuan. Daun cemara laut mereduksi menjadi seperti lidi yang berruas-ruas dan berjumlah 7-8 tiap-tiap ruas. dimana hal ini juga bermanfaat untuk mengurangi penguapan tanaman cemara
4. Bunga
Bunga cemara laut tergolong bunga tunggal berumah satu. Bunga betina Nampak seperti berkas rambut, kecil dan kemerah merahan. bunga berkelamin satu ,bunga jantan dan betina bisa terdapat dalam satu pohon atau pohon yang berbeda ,bunga jantan terletak diujung, bulir memanjang, bunga betina dicabang samping. Bunga betina berbentuk kerucut majemuk, bundar, panjang 10-24mm diameter 9-13mm.
5. Buah
Buah pohon cemara laut berwarna abu abu atau kuning kecoklatan (samara) sedangkan buah muda berwarna hijau, dengan panjang 6-8mm. buah cemara laut berkembang dari bakal buah yang berbentuk bulat/silindris, buah memiliki ruang (cone), setiap cone berisi 1 biji cemara ,jumlahnya bervariasi antara 17-50 cone.
6. Biji
Bentuk biji cemara cenderung bulat pipih berwarna cokelat. Biji cemara laut berukuran sangat kecil,dengan permukaan yang berbulu dan ditutupi dibungkus oleh selaput yang tipis (bersayap),sehingga mudah diterbangkan angin.biji cemara laut memiliki embrio dengan daya kecambah yang rendah.
Di habitatnya cemara laut tumbuh alami di wilayah pesisir yang dinilai memiliki unsur hara dan air yang sedikit. Untuk dapat bertahan hidup pada wilayah tersebut, spesies ini bersimbiosis dengan bakteri Frankia sehingga memiliki modul akar yang dapat memfiksasi nitrogen secara langsung. Selain itu, simbiosis ini juga meningkatkan unsur hara tanah sehingga dapat mendukung lingkungan yang lebih baik untuk pertumbuhan spesies lainnya. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga 50 m dengan diameter 100 cm. Cemara laut ditanam di wilayah pesisir pantai. Syarat tumbuh tanaman cemara laut diantaranya, jenis tanah entisol, iklim tipe B menurut Schmidt dan Ferguson, 155 mdpl. Suhu udara 22,8ºC - 32ºC, curah hujan rata 1.685 mm/th (Anonimous, 1991 dalam Maroeto, et al.,2007). Cemara laut juga Tumbuh di dataran rendah di bawah ketinggian 1.350 m dpl. Di tanah berpasir daerah pantai pertumbuhanya cepat, di tanah berawa daerah pedalaman jarang berbunga, demikian pula di tanah kering
a. Perkembangbiakan Generatif
Cemara laut berkembang biak secara generatif dengan menggunakan biji yang terdapat di dalam buah. Setiap buah cemara laut mengandung 20-50 biji. Secara alami perkembangbiakan generatif cemara laut mengalami banyak kendala. Kondisi benih cemara laut yang berukuran kecil dan ringan menyebabkan mudah hilang saat ditanam. Biji cemara laut memiliki cadangan makanan yang sangat sedikit sehingga menghambat perkecambahan dan pertumbuhannya. Perkecambahan embrio secara alami hanya dapat tejadi pada kondisi menguntungkan. Langkah yang dapat ditempuh untuk menyelamatkan embrio cemara laut dengan teknik kultur jaringan
b. Perkembangbiakan Vegetative
Perkembangbiakan vegetatif adalah cara berkembang biak tanpa adanya proses perkawinan. Pada tanaman, perkembangbiakan vegetatif bisa dilakukan secara alami dan buatan. Dengan vegetative alami cemara laut dapat berkembangbiak dengan tunas adventif sedangkan dengan vegetatif buatan dapat juga dilakukan dengan steak batang, cangkok, dan penyemaian benih.
a. Pemilihan Benih Cemara
Pemilihan benih perlu dilakukan untuk mencari benih unggul. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari bunga cemara kering yang memiliki warna kulit kecoklatan dan bintik hitam. Bunga yang disarankan untuk digunakan yaitu berbentuk bulat dan padat serta tidak memiliki kerutan. Apabila sudah menemukan bunga cemara seperti kriteria diatas, perlu dilakukan pengeluaran benih dari dalam bunga tersebut. Jika sudah dikeluarkan, rendam benih di dalam air selama kurang lebih 3 jam. Kemudian sortir benih dengan mengambil benih yang tenggelam dan buang benih yang mengapung.
b. Penyemaian Benih Cemara
Tahapan berikutnya yaitu mulai menyemaikan benih di media tanah dan pasir dengan perbandingan 2:1. Media tanam yang akan digunakan sebelumnya harus dipanaskan dan dijemur dibawah terik matahari selama kurang lebih 4-6 jam. Tebar benih ke dalam media tanam dan simpan benih di tempat yang aman, teduh, serta terhindar dari hujan dan panas. Setelah masa penyemaian, biasanya selama 10-15 hari akan mulai tumbuh bibit. Jika sudah demikian, perawatan terhadap tanaman ini sudah harus mulai ekstra. Pada tahapan ini penyemaian benih dapat dilakukan menggunakan polybag ataupun pot kecil. Teknik lain yang dapat digunakan untuk budidaya cemara selain penyemaian benih yaitu teknik cangkok dan teknik stek.
c. Perawatan Benih Tanaman Cemara
Perawatan dapat dilakukan dengan cukup menyiram tanaman tiap pagi dan sore dan memberikan pupuk NPK sebanyak 2 minggu sekali. Apabila terlihat tanda-tanda penyakit atau hama tanaman yang muncul harus mulai dilakukan karantina agar penyakit tidak menyebar ke tanaman lainnya. Jika tanaman sudah mulai bertumbuh, tanaman mulai bisa dipindahkan ke lahan tanam.
d. Persiapan Lahan Cemara
Lahan tanam yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya sesuai dengan kebutuhan tanaman cemara. Hal terpenting pada proses ini adalah menabur kompos di lahan tanam selama 3-4 minggu sebelum pemindahan tanaman.Hal ini dilakukan agar membuat tanah semakin gembur dan subur. Bila dirasa sudah siap, masukan bibit pada lahan tanam yang sudah dipilih, tutup lubang dengan tanah, dan padatkan dengan media tanam serta akhiri dengan menyiram lahan untuk menjaga kelembaban tanah.
e. Pemeliharaan Tanaman Cemara
Pemeliharaan pohon cemara memiliki cara yang relatif mudah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan obat terhadap tanaman yang sakit, membersihkan gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitar pohon cemara. Dengan demikian tanaman akan tumbuh dengan subur.
f. Panen Cemara
Untuk memperoleh hasil yang maksimal, masa panen yang dimiliki pohon cemara cenderung lama hingga bertahun-tahun. Dibutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk dapat memanen pohon cemara bahkan ada yang mencapai 30 tahun untuk mendapatkan hasil yang sempurna.
a. Ekonomi
Adapun potensi ekonomi dari cemara laut ini yaitu cemara laut dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias,dan dari tanaman hias inilah cemara laut memiliki nilai potensi ekonomi dan estetika yang tinggi , cemara lautr.bisa juga dijadikan kerajinan ranting cemara. Kayu cemara laut mempunyai kualitas tinggi untuk bahan bakar (arang), kayu gelondongan untuk pancang, tonggak dan pagar. di daerah-daerah yang sangat kekurangan kayu seperti Cina bagian tenggara, kayu dari pohon cemara dapat digunakan untuk tiang rumah dan perabotan sederhana.
b. Kesehatan
c. Industri
d. Lingkungan atau Ekosistem
Lingkungan SMAN 7 Purworejo
https://wanaswara.com/cemara-laut-manfaat-bagi-pantai/
https://www.pertanianku.com/mengenal-cemara-laut-sebagai-pelindung-pantai/
http://repository.unib.ac.id/6966/1/POSTER%20DISEMINASI.pdf
http://repository.unib.ac.id/8006/1/LAPORAN%20AKHIR%20UNGGULAN%202011%20%28CEMARA%29.pdf
https://agrotek.id/cara-budidaya-pohon-cemara/
https://www/gbiff/org/species/2891930
Guru Pembimbing: Dra. Asiyah
Konten: Putri Nayla Assyifa (X MIPA 1), Farah Aulia Wijaya (X MIPA 4)
Editor: Zahra Aptari
Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira
TA 2021/2022