1. Akar
Memiliki sistem perakaran tunggang dengan tambahan akar gantung yang tumbuh dari percabangannya. Fungsi akar gantung adalah untuk respirasi. Akar gantungnya berwarna cokelat, tumbuh kebawah dan akan masuk ke dalam tanah untuk menyerap nutrisi dan air dari dalam tanah. Sistem perakaran beringin yang masuk sangat dalam ke tanah dapat menyimpan air tanah secara baik. Manfaat lingkungan yang dapat diambil yaitu sebagai penahan longsoran dan erosi.
2. Batang
Bentuk batang Ficus retusa silindris, betekstur kasar dan memiliki percabangan simpodial. Batang simpodial adalah jenis batang dengan banyak percabangan serta tidak memiliki satu batang utama. Diameter batang beringin dapat mencapai 2 meter. Bentuk tajuk beringin membulat dan lebar, faktor ini pula yang menjadikan pohon ini kerap di tanam di alun-alun atau persimpangan jalan sebagai naungan dan tempat berteduh / hiasan. Pertumbuhan pohon beringin dapat mencapai 15meter hingga 25 meter, bahkan di hutan alam juga terdapat beringin dengan tinggi lebih dari itu. Dari karakteristik yang dimilikinya, beringin termasuk pohon berukuran besar.
3. Daun
Daun beringin berbentu oval dengan bagian ujung meruncing dan pangkalnya tumpul. Pertumbuhan daunnya berseling dan tulang daunnya menyirip.
4. Bunga dan Buah
Beringin menghasilkan buah semu atau fig yang menjadi sumber makanan hewan-hewan disekitarnya. Buah semu merupakan kumpulan bunga majemuk yang membentuk struktur cawan. Bentuk buahnya bulat dan berwarna hijau saat buah masih mudah.
5. Biji
Di dalam buah ficus terdapat sebutir biji berbentuk bulat. Biji buah berwarna coklat.
Umumnya pohon beringin banyak ditemukan di kawasan hutan tropis pada ketinggian 600 mdpl. Namun pohon ini juga dapat tumbuh di daerah hutan dataran rendah hingga hutan dataran tinggi, serta daerah terbuka. Spesies ini dapat tumbuh diberbagai wilayah akrena memiliki kemampuan cukup baik adaptasi terhadap lingkungan. Bahkan juga dapat tumbuh di daerah karst karena perakaran beringin sanggup menembus celah-celah batuan disekitarnya. Beringin yang tumbuh liar biasanya berada disekitar sumber air, seperti danau, telaha, mata air, sungai dan sebagainya. Pohon ini menyukai kawasan dengan curah hujan yang tinggi, serta akarnya mampu menyimpan air dengan baik. Pohon beringin yang telah berusia tua tidak terlalu terpengaruh dengan kekeringan dan akan tetap hidup dengan baik.
a. Generatif
Reproduksi secara generatif dan vegetatif. Pada reproduksi seksual atau generatif dibutuhkan dua sel yaitu sel jantan dan betina. alat reproduksi pada tumbuhan adalah bunga. Bunga menghasilkan sel jantan dan betina serta menjadi tempat reproduksi berlangsung. Struktur bunga yang sempurna terdiri dari empat bagian yaitu: 1. Mahkota bunga 2. Kelopak bunga 3. Putik (alat reproduksi betina) 4. Benang sari (alat reproduksi jantan). Putik bunga terdiri dari stigma, stilus, dan ovarium. Ovarium merupakan tempat pembentukan benih berlangsung. Putik terdiri dari kepala sari dan filamen. Kepala sari berbentuk seperti kantung yang menyimpan serbuk sari.
b. Vegetatif
1. Memilih Bibit Bonsai yang Tepat
Pilihlah bibit yang tidak memiliki ranting banyak agar tumbuh menjadi pohon yang kuat. Selain itu, pilihlah bonggol yang berukuran besar karena ukuran bonggol yang besar dapat memengaruhi bentuk dan arah tumbuh pohon bonsai.
2. Pangkas Akar Bibit Bonsai
Setelah membeli bibit, kamu harus membersihkan sela-sela batang pohon menggunakan kuas. Cara ini dilakukan untuk membuat kotoran bekas pemisahan bonggol dari pohonnya. Setelah itu, pangkaslah akar bonggol secukupnya. Sebelum memangkas akar, sterilkan lah gunting yang kamu gunakan untuk memangkas akar tersebut. Akar yang terbuka dapat membuat bakteri yang menempel pada gunting masuk secara mudah ke dalam pohon dan pohon bonsai beringin kamu menjadi rentan rusak.
3. Persiapkan Media Tanam Bonsai Beringin
Cara menanam bonsai selanjutnya adalah memindahkan media tanam . Caranya tidak terlalu sulit karena tidak jauh berbeda dengan cara menanam pohon lainnya. Cukup pindahkan bibit yang akarnya telah dipangkas ke dalam pot yang sudah kamu siapkan. Agar pot lebih padat, kamu bisa menambahkan tanah humus dan kerikil untuk menutupi akar bibit pohon bonsai tersebut.
4. Membentuk Ranting Bonsai Beringin
Cara membuat bonsai beringin terlihat cantik adalah dengan membentuk rantingnya. Kamu bisa membentuk ranting bonsai menggunakan kawat. Lilitkan kawat pada ranting dan dahan pohon, lalu bentuklah sesuai keinginan kita. Dalam melakukan ini, kamu perlu hati-hati agar tidak merusak kulit luar pohon.
5. Cara Merawat Bonsai Beringin
a. Ekonomi
Batang yang sudah di olah seperti meja, kursi, lemari , dll memiliki nilai jual yang cukup tinggi karena kayunya kuat dan tahan lama. Akarnya biasanya dibuat meja karena bentuknya unik.
b. Kesehatan
Bagian beringin yang bisa digunakan sebagai obat herbal adalah daunnya, biasanya daun beringin dimanfaatkan untuk mengobati sariawan. Caranya adalah dengan mencucui daun beringin kemudian merebusnya. Selain itu, daunnya juga bermanfaat untuk mengobati radang saluran nafas, flu, batuk rejan, radang usus, disentri dan kejang akiabt demam.
c. Industri
Bagian batang bisa digunakan sebagai bahan industri karena kuat, contohnya seperti untuk membuat kursi, meja, dan pondasi rumah. Tanaman ini juga bisa dibuat sebagai hiasan karena bentuk akarnya unik.
d. Lingkungan atau Ekosistem
Beringin adalah salah satu pohon yang bisa dimanfaatkan untuk melestarikan sumber mata air. Penanaman pohon dengan karakteristik perakaran yang kuat, tumbuh ke dalam dan jumlahnya banyak sangat baik untuk membuka rekahan tanah. Sehingga titik mata air akan bertambah seiring dengan pertumbuhan ukuran akarnya. Perakaran beringin dianggap mampu menembus lapisan air tanah dangkal dan dapat membuka aliran permukaan baru sehingga menjadi mata air. Oleh karena itu, pohon ini mempunyai jasa lingkungan yang sangat bermanfaat untuk kelestarian mata air, penahan erosi dan tanah longsor. Bentuk percabangan, perakaran dan pertumbuhan kanopi beringin juga dapat menahan benturan air hujan terhadap permukaan tanah, sehingga proses infiltrasi ke tanah menjadi lancar karena kerusakan lapisan tanah dapat dicegah. Selain itu, pohon beringin juga mampu mengurangi penguapan yang terjadi di dalam tanah dan mampu menjaga ketersediaan air di sekitarnya. Buah beringin memiliki kandungan saponin, flavonoid dan polifenol. Akan tetapi, pemanfaatan buahnya belum terlalu diekspos. Beringin juga bermanfaat untuk penahan angin, karena memiliki tajuk dan kanopi lebar, serta batang pohon yang kuat. Diameter batang akan terus tumbuh sesuai usianya dan akan semakin besar dengan tambahan akar gantung yang membalut batangnya. Tajuknya yang lebar juga memberikan keteduhan bagi flora dan fauna dibawahnya.
Lingkungan SMA Negeri 7 Purworejo
https://rimbakita.com/pohon-beringin/
https://id.wikipedia.org/wiki/Ficus
Guru Pembimbing: Dra. Asiyah
Konten: Candra Dwiki K. (X MIPA 1)
Editor: Zahra Aptari
Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira
TA 2021/2022