Tanjung Pustaka SMA Negeri 7 Purworejo

Berwawasan Global Berkepribadian Nasional Berprestasi Handal

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Nepenthes mirabilis (Kantong Semar)


Nepenthes mirabilis - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sumber : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/21/Apes_abroad_-_Jug_Plant_%28by-sa%29.jpg

 

 

 

KLASIFIKASI TANAMAN KANTUNG SEMAR

  1. Kingdom : Plantae
  2. Divisio : Tracheophyta
  3. Class : Magnoliopsida
  4. Ordo : Caryophyllales
  5. Familia : Nepenthaceae
  6. Genus : Nepenthes
  7. Species : Nepenthes mirabilis (Lour.) Druce

 

 

 

MORFOLOGI TANAMAN KANTUNG SEMAR

1. Akar

 

Sumber : https://images.app.goo.gl/eiU2y7NMw7KTPssL9

 

          Kantong Semar jenis Mirabilis memiliki akar jenis tunggang, dan berkambium. Akar tunggang adalah akar utama yang tumbuh dari biji, tegak ke bawah dan dari akar tersebut keluar cabang akar. Bentuk akar tunggang ialah lurus ke bawah atau menyirip dan akan terus tumbuh memanjang serta membesar. Akar lembaga pada tumbuhan yang berakar tunggang akan berkembang menjadi akar pokok. Lalu, akar tersebut akan berkembang lagi menjadi bercabang dan berukuran lebih kecil. Sedangkan, Kambium merupakan lapisan jaringan meristematik di tumbuhan yang memiliki sel aktif untuk membelah diri. Jaringan meristematik adalah jaringan yang ada di tumbuhan dan tersusun atas sel yang membelah secara aktif. Pada tumbuhan, jaringan meristematik ini bisa ditemukan di bagian titik-titik batang dan akar. Maka dari itu, lapisan kambium pada tumbuhan juga bisa ditemukan dengan mudah di bagian atau titik-titik pertumbuhan batang dan akar.

2. Batang

 

Nepenthes mirabilis - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sumber : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/21/Apes_abroad_-_Jug_Plant_%28by-sa%29.jpg

 

          Batang Nepenthes mirabilis berkambium dan bercabang, panjangnya ≤ 10 m, diameter ≤ 10 mm, panjang ruas daun ≤ 15 cm, dengan bentuk silinder, batangnya berwarna hijau, batangnya termasuk jenis batang herba. Batang herba adalah batang yang lunak yang warnanya hijau dimana ukuran batangnya pendek dan kecil serta memiliki epidermis yang sangat tipis.

3. Daun

 

Sumber : https://gb-nusantara.com/wp-content/uploads/2020/12/Nepenthes-mirabilis-Daun-674x1024.png

          Daunnya tunggal (Daun tunggal adalah daun yang hanya memiliki satu helaian pada setiap tangkai daun), tipis dan berwarna hijau. Tulang daunnya melengkung (Daun melengkung merupakan daun yang memiliki tulang daun berbentuk seperti garis-garis melengkung dengan ujung-ujung tulang daun yang terlihat menyatu), panjangnya ≤ 30 cm, dengan lebar ≤ 7 cm, jumlah urat daun longitudional 3 hingga 4 pada setiap sisi dari urat daun tengah, tepi daun berbulu/bergerigi, dan memiliki panjang sulur ≤ 10 cm, pangkal daunnya lancip, ujung daun lancip, permukaan daunnya halus. 

4. Bunga

          Perbungaan berbentuk tandan (Bunga bentuk tandan adalah bunga-bunga individual bertangkai tertancap di sepanjang ibu tangkai bunga yang tak bercabang) dengan panjang ± 45 cm, setiap bunga berbentuk sepal bundar hingga elips, panjang ± 7 mm dan berwarna merah atau keungu unguan spesies Nepenthes merupakan tanaman dioecious (bunga jantan dan bunga betina berada pada tanaman yang berbeda). Bunga dihasilkan dari bagian pangkal atas batang tanaman yang telah dewasa. Bunga Nepenthes biasanya tersusun dalam rangkaian berupa tandan atau bulir , kelopak bunga terdiri atas dua daun kelopak yang bagian dalamnya memiliki kelenjar madu, memiliki 4 mahkota bunga dan berwarna merah atau keungu-unguan. Jumlah benang sari berkisar 40-46 benang sari berwarna putih kekuningan, tangkai sarinya berlekatan membentuk suatu kolom bakal buah menumpang.   

 

File:Nepenthes mirabilis inflorescence.jpg - Wikimedia Commons

Sumber : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/00/Nepenthes_mirabilis_inflorescence.jpg

 

5. Buah

 

Sumber : https://www.tokopedia.com/terracegardencp/biji-benih-kantong-semar-nepenthes-raflesiana-biji

 

          Bakal buah menumpang, beruang empat dan berisi banyak bakal biji. Tangkai putik berjumlah satu atau kadang tidak ada dengan bentuk kepala putik berlekuk-lekuk. Buah Nepenthes membutuhkan waktu sekitar 3 bulan hingga memasuki waktu masak, ketika masa fertilisasi telah selesai. Buah akan retak menjadi empat bagian dan seluruh bijinya akan terlepas. Penyebaran biji secara alamiah biasanya dengan bantuan angin. Buah dalam tandan, buah majemuk, bentuk buahnya tabung seperti kapsul, jika masih muda berwarna hijau, dan saat sudah tua berwarna coklat, ukuran buahnya ± 2-3 cm, tidak dapat dimakan, tidak memiliki daging buah.

6. Biji

 

Sumber : https://www.tokopedia.com/terracegardencp/biji-benih-kantong-semar-nepenthes-raflesiana-biji

 

          Biji Nepenthes memiliki bentuk seperti serbuk (debu),sehingga dapat disebarkan melalui angin (anemokori) pada jangkauan lokasi yang sangat luas, bijinya berkeping dua atau dikotil.

 

 

 

HABITAT TANAMAN KANTUNG SEMAR

          Kantong semar hidup di hutan tropis, terlindung cahaya matahari langsung dengan kandungan tanah yang miskin unsur hara, dan memiliki kelembaban udara cukup tinggi. Tanaman ini hidup di hutan hujan tropis dataran rendah, hutan pegunungan, hutan gambut, hutan kerangas, gunung kapur, dan padang savana. Berdasarkan ketinggian tempat tumbuhnya, tanaman ini dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok yaitu kantong semar dataran rendah, dataran menengah dan dataran tinggi. Kantong semar pertama kali dikenalkan oleh J.P Breyene pada tahun 1689. Di Indonesia sebutan untuk tumbuhan ini berbeda antara daerah satu dengan lainnya. Sampai saat ini terdapat 103 jenis yang sudah dipublikasikan. Tanaman ini tumbuh dan tersebar dari Benua Australia bagian utara, Asia Tenggara, hingga Cina bagian selatan. Indonesia sendiri memiliki Pulau Kalimantan dan Sumatera sebagai surga bagi habitat tanaman ini. Dari 64 jenis yang hidup di Indonesia, 32 jenis diketahui terdapat di Borneo (Kalimantan, Serawak, Sabah dan Brunei) sebagai pusat penyebaran kantong semar. Pulau Sumatera menempati urutan kedua dengan 29 jenis yang sudah berhasil diidentifikasi. Keragaman jenis tanaman ini di pulau lainnya belum diketahui secara pasti. Namun berdasarkan hasil penelusuran herbarium di Herbarium Bogoriense, Bogor ditemukan bahwa di Sulawesi terdapat minimal sepuluh jenis, pulau Papua sembilan jenis, Maluku empat jenis, dan pulau Jawa dua jenis. Danau juga merupakan salah satu habitat beberapa jenis benda sesuai jenis dataran rendah seperti yang pantas mirabilis yang ditemukan di Danau Dendam Tak Sudah di daerah Bengkulu pada ketinggian 50 m dpl atau jenis dataran tinggi seperti nepenthes gymnamphora yang ditemukan di Telaga Warna Puncak Bogor pada ketinggian 1000 m dpl dan Situ Patenggang Bandung pada ketinggian 1600 m dpl di Danau Dendam Tak Sudah nepenthes mirabilis hidup berdampingan dengan Vanda hookeriana dan paku ketiga tumbuhan ini toleran terhadap genangan air.

 

 

 

REPRODUKSI TANAMAN KANTONG SEMAR

a. Reproduksi Seksual/Generatif (Pembuahan Ganda)

 

Sumber : https://imgix2.ruangguru.com/assets/miscellaneous/png_pofcgb_5445.png

 

b. Perkembangbiakan Angiospermae secara umum :

a) Perkembangan Serbuk Sari

  1. Serbuk sari jatuh di kepala putik & terdiri dari satu sel dengan 2 (dua) dinding pembungkus, yakni: eksin (selaput luar) & intin (selaput dalam).
  2. Dan selanjutnya serbuk sari berkecambah membentuk buluh serbuk sari yang dimulai dengan pecahnya eksin.
  3. Inti memanjang membuat buluh serbuk sari.
  4. Buluh serbuk sari tumbuh menuju mikrofil/ruang bakal biji.
  5. Dan secara bersamaan dengan ini inti sel serbuk sari membelah menjadi 2 (dua), yang besar didepan ialah inti vegetatif sebagai penunjuk jalan, & yang kecil di belakang adalah inti generatif.
  6. Inti generatif pun membelah lagi menjadi 2 (dua) inti generatif atau spermatozoid, yaitu inti generatif 1 dan inti generatif 2.

b) Pembentukan Sel Telur

  1. Bersamaan dengan perkembangan dari serbuk sari dalam buluh serbuk sari, di dalam ruang bakal biji sel nuselus membelah menjadi 4 (empat) sel baru. 3 (Tiga) di antaranya mereduksi & yang satu tumbuh menjadi calon inti kandung lembaga primer.
  2. Inti dari calon kandung lembaga primer membelah menjadi 2 (dua), dan selanjutnya masing-masing menuju ke kutub yang berlawanan, yang satu bergerak ke kalaza dan yang lain mendekati mikrofil.
  3. Kemudian masing-masing membelah lagi 2 (dua) kali, sehingga terbentuklah 8 (delapan) inti.
  4. Yang dekat kalaza 3 inti menempatkan diri berdekatan disebut antipoda. Yang satu lagi bergerak ke tengah.
  5. Dan Yang dekat mikrofil 3 inti menempatkan diri berdekatan.
  6. Yang tengah adalah ovum, sedang mengapitnya ialah sinergid, yang satu lagi juga menuju ke tengah.
  7. Dua inti yang bergerak ke tengah bersatu membentuk inti kandung lembaga sekunder yang diploid.
  8. Dan Kemudian spermatozoid yang satu membuah ovum membentuk zigot.
  9. Spermatozoid yang satu lagi membuahi inti kandung lembaga sekunder menghasilkan calon endosperm yang triploid.

 

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/wp-content/uploads/2019/05/angiospermae.png

 

          Pada Nepenthes khusunya bunga betina, serangga dibutuhkan sebagai polinator dan setelah terjadi penyerbukan tersebut, bunga betina akan berkembang membentuk buah dan menghasilkan biji. Buah yang telah matang sempurna akan pecah dan biji-biji Nepenthes akan mudah diterbangkan oleh angin (karena ringan) dan bijinya akan tumbuh di ditempat yang sesuai.

c. Reproduksi Aseksual/Vegetatif

          Melalui stek, yaitu dengan cara memotong batang tanaman dewasa yang telah memanjang. Bahan stek yang digunakan dapat berupa pucuk ataupun bagian batang lainnya yang masih berwarna hijau. Dapat juga dengan pembentukan tunas yang menyebabkan adanya pertumbuhan individu baru dan akan terbentuk secara mengelompok.

 

STEK BATANG KANTONG SEMAR – Tree Grower Community

Ilustrasi Stek Batang pada Nepenthes

Sumber : http://tgc.lk.ipb.ac.id/files/2020/04/Stek-Kantong-Semar.jpg

 

 

 

BUDIDAYA TANAMAN KANTUNG SEMAR

          Ada dua cara yang dapat digunakan untuk membudidayakan Tanaman Kantong Semar :

1. Menggunakan biji

 

Sumber : https://bibitbunga.com/wp-content/uploads/2016/07/biji-nepenthes-yang-tumbuh.jpg

 

  1. Isi pot dengan media di atas lalu basahi dengan sedikit air
  2. Tabur biji dan tekan ke dalam tanah secara perlahan
  3. Tutup pot menggunakan plastik tembus cahaya dan beri lubang-lubang kecil menggunakan jarum
  4. Biji akan memiliki tunas sekitar 1-3 minggu, jika sudah tumbuh sekitar 3-5 cm baru dipindah ke pot baru
  5. Potong ujung pucuk agar kantung cepat muncul

b. Menggunakan stek batang

 

Sumber : https://bibitbunga.com/wp-content/uploads/2016/07/stek-batang-nepenthes.jpg

 

  1. Pilih tanaman kantung semar yang berumur satu tahun dan minimal tingginya sekitar 1 meter.
  2. Potong batang sepanjang 15 cm dan sisakan 3-4 ruas daun.
  3. Potong setengah helai daun untuk mencegah penguapan, dan potong sampai pangkal daun agar stek mudah masuk.
  4. Tanam batang stek menggunakan polybag ukuran normal yang dasar dindingnya sudah dilubangi. Sebelum menanam stek olesi dulu bagian bawah stek batang dengan hormon pemacu akar dan pencegah jamur.

c. Cara Merawat Nepenthes

          Merawat kantong semar tergolong mudah. Kantong semar tidak membutuhkan pupuk dan nutrisi, karena nutrisi tanaman ini berasal dari serangga yang ditangkapnya. Karena itu letakkan kantong semar di luar ruangan atau di tempat yang sekiranya banyak terdapat serangga. Atau jika kita tinggal di daerah yang jarang ditemukan serangga, kita bisa secara manual memberikan nutrisi berupa fosfor, garam, dan kalium untuk tanaman kita. Untuk tanaman kantung semar yang ditanam menggunakan biji, kita tetap butuh pupuk yang tidak mengandung urea dan amonia yang tinggi. Untuk mencegah hama kita bisa menggunakan sedikit pestisida agar kantung semar tumbuh dengan baik. Beberapa jenis tanaman kantong semar membutuhkan sinar matahari langsung, lainnya tidak. Untuk itu kenali dulu jenis kantong semar yang kita tanam dan letakkan di tempat yang tepat.

 

 

 

MANFAAT TANAMAN KANTONG SEMAR

a. Bidang Ekosistem

  1. Produsen, tumbuhan berperan sebagai penyedia makanan bagi tumbuhan sendiri dan bagi makhluk hidup lain karena tumbuhan dapat melakukan fotosintesis.
  2. Sebagai penjaga ketersediaan air, karena akar tanaman yang menembus di dalam tanah dapat mengikat air hujan yang jatuh ke tanah dan mampu menahan derasnya aliran sungai di permukaan.
  3. Sebagai penjaga permukaan lahan, dengan akar tumbuhan yang kuat dapat menjaga dan menahan agar tanah tidak erosi dan longsor.
  4. Sebagai penyerap karbondioksida atau CO2, tumbuhan dapat menyerap karbondioksida yang dikeluarkan oleh makhluk hidup lain yang dimanfaatkan tumbuhan sebagai sumber pembentukan senyawa organik.
  5. Sebagai penghasil oksigen atau O2, tumbuhan menghasilkan oksigen dalam peristiwa fotosintesis yang kemudian dimanfaatkan makhluk hidup lain untuk melakukan respirasi.

b. Bidang Ekonomi 

         Kantong semar dapat dijadikan sebagai pembungkus nasi ketan, sehingga bermanfaat bagi ekonomi khususnya pangan.

c. Bidang Kesehatan 

          Dipercaya bahwa cairan dari tanaman kantong semar yang masih muda dan tertutup rapat dapat dijadikan sebagai obat mata, obat batuk, dan obat untuk mengobati kulit yang terbakar. Selain itu rebusan akarnya digunakan sebagai obat sakit perut, obat batuk, dan obat demam (Mulyani, 2006).

d. Bidang Industri 

          Sebagai Pengganti Tali. Batang kantong semar ini bisa digunakan sebagai pengganti tali untuk pengikat barang. Dari segi estetika, maka tanaman Kantong Semar ini banyak diminati para pecinta tanaman hias, apalagi bentuknya yang unik ,warna yang menarik, mudah tumbuh yang akan menambah koleksi tanaman hias langka bagi para pecinta tanaman hias.

e. Ekosistem/Lingkungan 

          Sebagai Indikator Iklim. Jika pada suatu kawasan atau areal ditumbuhi oleh Nepenthes, berarti tingkat curah hujan cukup tinggi, kelembabannya diatas 75% dan tanahnya miskin unsur.

 

 

 

SUMBER

Lingkungan SMA Negeri 7 Purworejo.

Arif, Yanti. (2016). BUKU SISWA BIOLOGI 1 untuk SMA/MA Kelas X Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Jakarta.

Mansur, Muhammad. (2006). Nepenthes Kantong Semar Yang Unik. Jakarta.

https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/13592/ 

https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/bioscientiae/issue/viewFile/51/23

https://www.gbif.org/species/3190712

 

 

 


Guru Pembimbing: Dra. Asiyah

Konten: Arlin Ainun Nurrichiyah (X MIPA 2), Nabilah Hasna Huwaida (X MIPA 2)

Editor: Zahra Aptari

Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira

 

TA 2021/2022

Tanjung Pustaka SMA Negeri 7 Purworejo
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Tanjung Pustaka sudah terotomasi dan akses katalog online dengan menggunakan opensource SLiMS versi Bulian. Pemustaka juga bisa mengakses layanan Ebook di Digital Library dan mengunduh aplikasi Tanjung Pustaka E Library yang bisa diakses menggunakan Komputer dan Smartphone.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?