Tanjung Pustaka SMA Negeri 7 Purworejo

Berwawasan Global Berkepribadian Nasional Berprestasi Handal

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Pterocarpus indicus (Angsana/Sono Kembang)


A tree in a park

Description automatically generated with medium confidence


 

 

KLASIFIKASI TANAMAN ANGSANA

  1. Kingdom : Plantae
  2. Divisio :Tracheophyta
  3. Class : Magnoliopsida
  4. Ordo : Fabales
  5. Famili : Fabaceae
  6. Genus : Pterocarpus
  7. Species : Pterocarpus indicus Willd.



 

MORFOLOGI TANAMAN ANGSANA

1. Akar

          Tumbuhan Angsana memiliki akar tunggang, akar tunggang adalah akar yang besar, sentral, dan dominan dari akar lain bertunas secara lateral. Biasanya akar tunggang agak lurus dan sangat tebal, bentuknya meruncing, dan tumbuh langsung ke bawah. Akar pada tumbuhan angsana berkambium yang berfungsi untuk membentuk xylem dan floem (pembuluh angkut). Dari aktivitas pembelahan kambium ini, maka akan berpengaruh pada pertumbuhan batang tumbuhan. Salah satunya adalah membuat batang tumbuhan jadi bertambah besar, yang disebut juga sebagai aktivitas pertumbuhan sekunder. Akar angsana termasuk akar papan atau dikenal juga dengan banir, adalah akar yang menjorok dan menonjol ke luar menyerupai dinding penopang pohon pada bagian pangkalnya.

 

 

2. Batang

          Batang tanaman angsana memiliki lapisan kambium, kambium merupakan lapisan jaringan meristematik pada tumbuhan yang sel-selnya aktif membelah dan bertanggung jawab atas pertumbuhan sekunder tumbuhan. Batang tanaman angsana berbentuk silindris beralur atau berbonggol dengan warna kulit abu-abu kecoklatan, memecah atau serupa sisik halus, mengeluarkan getah bening kemerahan apabila dilukai serta ketinggiannya dapat mencapai 40 m dengan lebar 3,5 m.

 

 

3. Daun

          Tanaman angsana berdaun majemuk yaitu tangkainya bercabang-cabang dan pada cabang tangkai ini terdapat helaian daunnya, sehingga di sini pada satu tangkai terdapat lebih dari satu helaian daun. Ukuran daun angsana mencapai 12-13 cm dengan warna hijau. Bertulang daun menyirip yang susunannya berbentuk seperti sirip-sirip ikan dan berseling. Tepi pada daun angsana rata, pangkal daun tumpul serta ujungnya lancip dan permukaan daunnya halus.

 

 

4. Bunga

          Bunga berbentuk kupu kupu, termasuk bunga majemuk yaitu sekelompok kuntum bunga yang terangkai pada satu ibu tangkai bunga atau pada suatu susunan tangkai-tangkai bunga yang lebih rumit. Bunganya berkelamin ganda dengan warna kuning, kelipatan bagian bunganya ialah 5, serta memiliki aroma harum yang khas. Bakal buah pada tumbuhan angsana terlindungi oleh daun buah.

 

 

5. Buah

           Buah angsana tidak dalam tandan (tangkai yang panjang pada buah-buahan yang bergugus). Buah angsana termasuk buah majemuk karena terbentuk dari bunga majemuk. Bentuk buah angsana ialah bulat pipih yang dikelilingi sayap tipis seperti kertas, dengan ukurannya yang berdiameter 6 cm dan tidak akan pecah ketika matang. Warna buahnya hijau muda ketika masih muda/ belum masak dan berwarna coklat ketika sudah masak. Rasa buah angsana ialah pahit disertai asam.

 

 

6. Biji

          Biji angsana termasuk dalam biji berkeping dua (dikotil), artinya biji angsana dilindungi oleh daun buah atau disebut karpel serta memiliki sepasang daun lembaga atau kotiledon yang sudah terbentuk sejak tahap biji, oleh karenanya sebagian besar anggotanya memiliki biji-bijian yang mudah terbelah menjadi dua bagian. Ukuran diameter biji angsana berkisar 5 cm berwarna coklat serta kulitnya keras.

 

 

 

 

REPRODUKSI TANAMAN ANGSANA

 

 

a. Reproduksi Seksual/Generatif (Pembuahan ganda)

          Pada tumbuhan angiospermae terjadi pembuahan ganda, yaitu proses pembuahan yang terjadi pada tumbuhan berbiji tertutup dimana akan terjadi dua proses pembuahan untuk menghasilkan embrio dan cadangan makanan. Disebut pembuahan ganda karena memang terjadi dua kali proses pembuahan yaitu:

  1. Peleburan inti generatif 1 dengan ovum (sel telur) membentuk zigot yang akan berkembang menjadi embrio.

  2. Peleburan inti generatif 2 dengan inti kandung lembaga sekunder membentuk endosperma (cadangan makanan).

          Zigot nantinya akan berkembang menjadi embrio calon individu baru, sedangkan endosperma merupakan cadangan makanan bagi perkembangan embrio. Endosperma akan digunakan sebagai sumber makanan pertama pada proses perkecambahan biji. Pembuahan ganda hanya terjadi pada angiospermae, sedangkan pada gymnospermae terjadi proses yang berbeda yang disebut pembuahan tunggal. Gymnospermae hanya mengalami pembuahan tunggal sehingga tidak menghasilkan endosperm sebagai cadangan makanan.

 

 

b. Reproduksi Aseksual/ Vegetatif

1. Stek batang

 

 

          Reproduksi aseksual atau vegetatif pada tumbuhan angsana dapat melalui stek batang dan rantingnya. Penyetekan merupakan cara perkembangbiakan tanaman dengan menggunakan bagian-bagian vegetatif yang dipisahkan dari induknya, yang apabila ditanam pada kondisi menguntungkan akan berkembang menjadi tanaman sempurna dengan sifat yang sama dengan pohon induk.

2. Cangkok

          Metode pencangkokan dilakukan dengan memilih cabang atau ranting yang tidak terlalu muda ataupun tua. Setelah akar muncul dari bekas sayatan cangkok, maka bibit tersebut siap untuk ditanam pada lahan perkebunan.

 

 

 

 

HABITAT TANAMAN ANGSANA

          Penyebaran alami dari pohon Angsana yakni di Asia Tenggara hingga Samudera Pasifik. Pohon ini ditemukan mulai dari bagian selatan Burma ke arah barat hingga ke kepulauan Solomon bagian timur, termasuk Sumatra, Jawa barat, Kalimantan, Filipina, Kepulauan Sunda, Kepulauan Maluku dan Papua Nugini. Dibudidayakan luas di daerah tropis. Sebaran pohon yang luas ditemukan di hutan primer dan beberapa hutan sekunder dataran rendah, umumnya di sepanjang sungai pasang surut dan pantai berbatu. Merupakan jenis pionir yang tumbuh baik di daerah terbuka. Tumbuh pada berbagai macam tipe tanah, dari yang subur hingga tanah berbatu. Biasanya ditemukan hidup pada ketinggian 600 mdpl, namun masih bisa bertahan hidup pada ketinggian 1.300 mdpl. Sering menjadi tanaman hias di taman dan sepanjang jalan. Populasinya berkurang akibat eksploitasi berlebihan, kadangkala penebangan liar menyebabkan hilangnya habitat.

 

 

 

BUDIDAYA TANAMAN ANGSANA

          Perbanyakan dapat dilakukan dengan sistem cangkok maupun pembibitan. Metode pencangkokan dilakukan dengan memilih cabang atau ranting yang tidak terlalu muda ataupun tua. Setelah akar muncul dari bekas sayatan cangkok, maka bibit tersebut siap untuk ditanam pada lahan perkebunan. Sedangkan perbanyakan melalui cara pembibitan dilakukan dengan menyemai biji angsana di persemaian, pot atau polybag. Bila bibit telah tumbuh setinggi 35 sampai 50 cm dan dilihat cukup kuat, maka bibit dapat dipindah pada lahan terbuka. Persiapan lahan tanaman angsana dilakukan dengan cara membersihkan lahan dari tanaman pengganggu. Selanjutnya melakukan pembuatan ajir dan diteruskan dengan penanaman. Pemeliharan diberikan dengan cara penyiraman dan pemupukan secara teratur dan intensif, terutama pada awal pertumbuhan. Pupuk yang diberikan sebaiknya yang mengandung kadar nitrogen tinggi seperti pupuk NPK. Namun bila tanaman telah berbunga, pupuk yang diberikan adalah jenis yang mengandung fosfor tinggi.

 

 

 

MANFAAT TANAMAN ANGSANA

a. Ekonomi

          Pembuat Mebel dan Venir Dekoratif. Warna dan motif serat yang kemerah-merahan membuat kayu sono kembang (angsana) menjadi pilihan yang baik untuk pembuatan mebel, kabinet berkelas tinggi, alat-alat musik, lantai parket dan sebagainya. Pohon angsana juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat dengan cara dikupas, untuk dijadikan sebagai venir dekoratif pelapis permukaan kayu dan meja berharga mahal.

b. Kesehatan

1. Mengobati Batu Ginjal

          Untuk keluhan batu ginjal, kulit kayu angsana bisa menjadi bahan dasar obat alternatif utamanya bagi yang lebih menyukai pengobatan tradisional. Kulit kayu angsana sebanyak 3 gram dapat dicampurkan dengan Daun Keji Beling dan Daun Kumis Kucing kemudian direbus bersama dengan air sebanyak kurang lebih 115 ml. Ramuan tersebut biasanya dikonsumsi dengan cara diminum (sekali sehari dengan takaran 100 ml per-minum) ataupun dengan cara diinfus. Jika batu telah keluar dalam bentuk kristal maupun air seni yang keruh atau berbuah, konsumsi atau infus bisa dihentikan dengan dilanjutkan dengan tahapan selanjutnya, yakni mengkonsumsi air seduhan kumis kucing.

2. Mengobati Sariawan dan Diare

          Sariawan yang merupakan keluhan kesehatan umum dan diderita hampir semua orang bisa diatasi dengan daun angsana. Cara meraciknya juga tergolong mudah, cukup siapkan beberapa ruas kulit kayu atau pepagan yang sudah agak tua kemudian merebusnya dengan air hingga mendidih. Tambahkan sedikit garam kemudian jadikan obat kumur untuk keluhan sariawan dan minum ramuan tersebut untuk keluhan diare. Untuk hasil yang lebih sempurna dalam mengobati sariawan, utamanya untuk sariawan yang terlanjur parah, ada baiknya juga dicampurkan dengan manfaat daun saga dan daun sirih segar.

3. Mengobati Bisul

          Daun angsana berkhasiat dalam mempercepat penuaan bisul dengan merangsangnya agar lebih cepat dan mudah pecah sehingga penderita tidak terlalu lama menanggung rasa sakit dan nyeri. Jika mengalami gangguan kesehatan yang demikian, cukup ambil beberapa helai daun angsana yang masih muda, cuci dengan air atau alkohol kemudian remas dan tempelkan pada bagian tubuh yang ditumbuhi bisul. Ulangi hal yang sama dengan mengganti daun angsana yang baru setiap tiga jam sekali. Selain dengan cara yang sederhana demikian, ada sebagian masyarakat yang terlebih dahulu membakar daun angsana pada api kecil dari lilin hingga layu. Setelah itu, daun layu tersebut kemudian ditempelkan pada bagian yang terkena bisul.

4. Merawat Rambut

          Daun angsana yang sudah tua dapat dimanfaatkan untuk perawatan rambut, utamanya untuk melebatkannya. Caranya mudah sekali, anda tinggal merendam beberapa helai daun tersebut ke dalam baskom berisi air sembari meremasnya. Setelah itu, usapkan daun pada kulit kepala dan tunggulah hingga mengering kemudian lanjutkan dengan keramas dan bilas sambil dengan shampoo.

5. Menyembuhkan Demam

          Manfaat daun angsana juga terbukti efektif menyembuhkan gangguan demam yang biasa menyerang pasien dari segala jenis umur. Untuk keperluan ini, Anda perlu menambahkan gula aren atau gula merah ke dalam perasan air daun angsana yang sebelumnya telah dihaluskan dan atau ditumbuk. Dengan rasa manis dari gula aren dan atau gula merah, mengkonsumsi ramuan ini di tengah demam yang tinggi cenderung tidak akan menjadi masalah, utamanya pada pasien anak.

6. Mengatasi Diabetes Melitus (Kencing Manis)

          Daun Angsana juga terbukti efektif mengurangi kadar gula dalam darah berdasarkan beberapa penelitian yang sebagian diantaranya dilakukan dengan ‘menggunakan’ kelinci sebagai bahan eksperimen. Ini tentu merupakan kabar baik bagi Anda yang masih sulit mengontrol kadar gula dalam darah maupun mengubah gaya hidup. Cukup gunakan beberapa helai daun angsana kemudian rebus dan seduh layaknya teh atau kopi.

7. Mengatasi Luka Bakar

           Kandungan flavonoid dalam daun angsana dapat meredakan nyeri yang salah satunya diakibatkan oleh luka bakar. Cara meraciknya tidak jauh berbeda dengan pengobatan untuk bisul, yakni dengan menumbuk daun angsana hingga halus kemudian menempelkannya pada bagian luka bakar. Selain menghilangkan rasa nyeri, cara yang demikian terbukti dapat mempercepat regenerasi kulit yang baru mengalami kebakaran.

8. Meredakan Nyeri Terutama Nyeri PMS

          Dalam daun angsana juga terkandung kandungan senyawa fitokimia yang akan bekerja membantu proses relaksasi otot dan saraf. Kemampuan ini membantu meredakan efek kejang otot atau disebut pula dengan istilah anti-spasmodik. Kemampuan anti-spasmodik memungkinkan adanya manfaat daun angsana bagi wanita yang tengah mengalami nyeri akibat PMS atau Pre Menstruation Syndrome. Ditambah daun tanaman herbal ini juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki keseimbangan hormonal. Cara mengolah daun angsana menjadi obat nyeri PMS: Secara tradisional terapi ini dilakukan dengan meminum air rebusan daun angsana beberapa hari sebelum haid datang.

9. Meningkatkan Imunitas

          Manfaat daun angsana dalam membantu menstimulasi fungsi imunitas memang sudah diakui secara medis dalam dunia medis. Beberapa industri pengobatan di Filipina sudah memanfaatkan ekstraksi daun angsana sebagai herbal immunobooster. Cara mengolah daun angsana menjadi peningkat imunitas: Biasanya daun angsana ini diolah menjadi minuman teh hangat dengan campuran madu untuk memberi rasa manis. Mengonsumsi teh tanaman herbal ini dengan rutin akan menstimulasi sistem imun tubuh dalam jangka panjang.

10. Mencegah Kanker

          Di dalam penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada tahun 2016 dijelaskan kandungan antioksidan yang tersimpan dalam daun angsana. Terdapat sejumlah jenis komponen fitokimia yang disinyalir dapat bekerja sebagai anti oksidan, dan utamanya adalah stigmasterol dan flavonoid. Komponen antioksidan di dalam angsana ini bekerja sebagai anti radikal bebas dan anti-inflamasi yang sekaligus akan bekerja sebagai DNA protektor. Ditambah khasiat daun angsana dalam membantu memperbaiki masalah ketidak seimbangan hormonal. Inilah yang membuat daun angsana dapat bekerja sebagai anti-kanker. Dalam sejumlah sumber juga dijelaskan adanya manfaat komponen stigmasterol dan flavonoid untuk membantu memperbaiki kinerja hati dalam menetralisir toksin tubuh Kedua fitokimia ini juga disinyalir kuat mencegah terbentuknya angiogenesis atau pembentukan sistem pembuluh darah mandiri dari sel kanker. Stigmasterol sebagaimana yang terkandung dalam ekstraksi daun angsana bekerja menghambat pembentukan faktor tumor nekrosis yang menjadi hormon penunjang pembentukan sel tumor. Hal ini dijelaskan dalam Public Library of Science One tahun 2017.

c. Industri

1. Bahan Baku Mebel

           Kayu angsana termasuk kayu dengan sifat sangat kuat dan kokoh sehingga banyak dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan mebel atau konstruksi rumah. Tingkat ketahanannya terhadap rayap dan kelembaban juga sangat disukai oleh pengrajin mebel. Banyak industri perkayuan yang menggunakan bahan baku kayu angsana untuk diolah menjadi produk kursi, lemari, meja, dan lain sebagainya. Sifat kayu yang kuat dan awet pun memungkinkan kayu angsana digunakan untuk furniture eksterior rumah yang wajib tahan terhadap cuaca. Di wilayah Timor Timur, kayu angsana menjadi jenis kayu yang spesial karena kekuatannya. Masyarakat disana menggunakan kayu dari pohon angsana untuk bahan konstruksi rumah, peralatan rumah tangga, termasuk peralatan dapur.

2. Getah Pohon Angsana

          Tumbuhan angsana juga memproduksi getah yang memiliki nilai manfaat. Getah yang keluar dari batang pohon ketika disayat berwarna merah kino dan kerap kali digunakan sebagai pewarna alami. Pemanfaatan getah angsana untuk pewarna ini biasanya dilakukan oleh penduduk Kalimantan yaitu para pengrajin kain tekstil dan keranjang tradisional.

3. Kulit dan Serat Untuk Kerajinan

          Siapa sangka kulit dan serat pohon angsana bisa dimanfaatkan, misalnya untuk produk kerajinan tangan. Kulit dan serat kayu angsana dapat diolah untuk dijadikan berbagai bentuk kerajinan, seperti kursi jalin, kotak pensil dan berbagai macam kreatifitas lainnya.

d. Lingkungan atau ekosistem

1. Sebagai Produsen

          Pohon angsana berperan sebagai penyedia makanan bagi dirinya sendiri serta bagi makhluk hidup lain karena pohon angsana dapat melakukan fotosintesis yang menghasilkan glukosa (C6H12O6) dan Oksigen (O2).

2. Mengurangi Perubahan Iklim

          Perkembangan industri yang begitu pesat dan penggunaan kendaraan bermotor berkontribusi dengan semakin banyaknya gas karbon dioksida yang dilepaskan ke udara. Padahal, gas ini berkontribusi besar terhadap perubahan iklim yang tengah terjadi di bumi. Pohon dapat membantu melawan efek buruk karbon dioksida dengan menyerapnya, kemudian melepaskan oksigen.

3. Membuat Udara Menjadi Lebih Segar

          Pohon adalah penyaring udara di bumi. Dengan daun dan batangnya, pohon menyerap gas dan komponen berbahaya di udara lalu mengeluarkan oksigen, sehingga membantu kita untuk bernapas. Di kota-kota besar, pohon biasanya juga menyerap gas polusi yang dihasilkan kendaraan seperti nitrogen oksida, ozon, dan karbon monoksida. Selain itu, debu dan asap lainnya pun akan disingkirkan olehnya.

4. Mengurangi paparan sinar UV ke kulit

          Di negara tropis seperti Indonesia dengan paparan sinar matahari yang berlimpah, ada satu risiko yang juga meningkat, yaitu tingginya paparan sinar ultraviolet. Padahal, paparan sinar secara terus-menerus ke kulit bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Pohon mampu mengurangi paparan sinar UVB sebanyak 50% dan menurunkan risiko kita terkena dampak negatif sinar tersebut.

5. Mencegah Polusi Air

          Saat hujan lebat atau badai, air yang turun ke bumi berisiko membawa polutan berupa fosfor dan nitrogen. Jika tidak ada pohon, polutan tersebut akan langsung mengalir ke laut tanpa penyaringan. Sementara itu, jika banyak pohon yang ditanam, maka air hujan yang turun akan tersaring dan mampu meresap ke dalam tanah. Dengan begitu, ia tidak akan mencemari laut.

6. Menambah cadangan air tanah

          Pohon bisa melindungi air yang disimpan di dalam tanah agar tidak terlalu cepat menguap. Sehingga, cadangan air tanah kita bisa tetap terjaga. Selain itu, pohon hanya membutuhkan 15 galon air untuk bertahan setiap minggunya, tapi bisa membantu menghasilkan 200-450 galon air per hari.

7. Menjaga populasi makhluk hidup

           Satu batang pohon, bisa menjadi rumah dari puluhan bahkan ratusan jenis makhluk hidup mulai dari burung, serangga, reptil, jamur, dan termasuk tumbuhan-tumbuhan lainnya. Tanpa adanya pohon, berbagai makhluk hidup tersebut akan kehilangan rumahnya.

8. Mencegah banjir

          Akhir-akhir ini berita tentang banjir selalu menghiasi layar kaca. Banyak sekali orang yang terdampak musibah ini, dan harus kehilangan harta bendanya. Maka itu, langkah pencegahan banjir perlu dilakukan dari sekarang. Mencegah banjir adalah tanggung jawab kita semua. Anda bisa memulainya dengan langkah-langkah sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mulai menanam pohon, setidaknya di halaman rumah sendiri. Selain itu disebutkan bahwa menanam pohon di area bantaran kali bisa mengurangi ketinggian air banjir hingga 20 persen.

9. Mencegah erosi tanah

          Tanah yang kering gersang dan lapang tanpa ditumbuhi pohon akan mudah runtuh ketika didera oleh tekanan air yang begitu besar selagi hujan. Jika ada pohon, maka tekanan air dari hujan lebat tersebut bisa diredam sebelum mencapai tanah dan kelebihan airnya diserap oleh akar. Risiko longsor pun rendah.

10. Hemat energi

          Menanam pohon adalah salah satu solusi untuk menghemat energi. Pasalnya, pohon dapat membuat udara menjadi lebih segar dan sejuk, hingga mengurangi polusi. Manfaatnya ini dapat mengurangi penggunaan alat elektronik, seperti pendingin ruangan (AC) hingga kipas angin yang memerlukan energi besar. Seperti diketahui bahwa suhu bumi semakin meningkat karena fenomena pemanasan global, sehingga langkah hemat energi perlu dilakukan.

 

 

 

SUMBER

Lingkungan SMAN 7 Purworejo

https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-angsana/ http://www.mitrabibit.com/2012/08/cara-budidaya-tanaman-angsana.html https://www.ciriciripohon.com/2020/05/bagaimana-cara-menanam-dan-merawat.html https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-angsana/ https://id.wikipedia.org/wiki/Angsana

https://rimbakita.com/pohon-angsana/ https://hijaukan.com/pohon-angsana/

https://bobo.grid.id/read/082879178/pengertian-kambium-fungsi-ciri-dan-contoh-pada-tan aman?page=all

https://dendrology.fkt.ugm.ac.id/2017/08/24/tahukah-kamu-daun-majemuk/ https://idnmedis.com/angsana#:~:text=Pohon%20Angsana-,Kandungan%20Angsana,daun

%2C%20dan%20batang%20dari%20angsana. https://www.instagram.com/p/CajRyn4BGcr/?utm_medium=copy_link https://www.instagram.com/p/CY-5iF6h5lR/?utm_medium=share_sheet https://biodiversitywarriors.kehati.or.id/artikel/angsana-sonokembang/#:~:text=Penyebaran

%20alami%20dari%20pohon%20ini,Dibudidayakan%20luas%20di%20daerah%20tropis. https://www.lantaikayu.asia/mengenal-kayu-sonokembang/

https://www.gbif.org/species/5349242

 

 

 


Guru Pembimbing: Dra. Asiyah

Konten: Fathan Setyawijaya (X MIPA 2), Sabrina Aisa (X MIPA 2), Ilham Raka Oktavian Ramadhan (X MIPA 5)

Editor: Zahra Aptari

Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira

 

TA 2021/2022

Tanjung Pustaka SMA Negeri 7 Purworejo
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Tanjung Pustaka sudah terotomasi dan akses katalog online dengan menggunakan opensource SLiMS versi Bulian. Pemustaka juga bisa mengakses layanan Ebook di Digital Library dan mengunduh aplikasi Tanjung Pustaka E Library yang bisa diakses menggunakan Komputer dan Smartphone.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?