
1. Akar
Pohon trembesi memiliki tajuk yang lebar, memiliki karakteristik kuat khususnya dalam menghadapi angin. Sebab, trembesi mempunyai akar tunggang sehingga kuat dan menjalar ke dalam tanah. Akar trembesi memiliki kambium sehingga akarnya berkembang menjadi besar. Seringkali, akar trembesi ini menjadi gangguan terhadap bangunan sekitar yang berada dekat dengan tumbuhnya pohon.

2. Batang
Pohon ini memiliki tinggi maksimum 15-25 m dengan diameter mencapai 1-2 m. Tajuknya lebar berbentuk menyerupai payung dengan mahkota pohon yang tumbuh antara 40-60 m. Bentuk batangnya sendiri tidak beraturan, kadang terlihat bengkok atau menggelembung besar dan berkambium. Trembesi memiliki batang yang permukaannya kasar, beralur, berwarna cokelat kehitaman dan termasuk pohon.

3. Daun
Daun trembesi umumnya berbentuk majemuk kecil kecil, bulat memanjang namun tidak rata satu sama lain. Posisi daun menyilang, daun berwarna hijau serta tulang daun berbentuk menyirip namun cenderung licin. Ujung daun dan pangkal daun yang tumpul serta tepi daun yang rata. Untuk diketahui, daun pada pohon ini dapat menutup dan melipat sendiri jika terkena air hujan atau mengembun di malam hari.

4. Bunga
Bunga pohon trembesi berbentuk terompet dan termasuk dalam bunga majemuk. Ciri khas bunga pada pohon ini memiliki warna putih dengan bercak merah muda atau merah kekuningan, serta panjang 10cm. Bagian perhiasan bunga terdiri dari 2,4,5 atau kelipannya dan benangsari yang berwarna kuning.

5. Buah
Trembesi atau Rain Tree memiliki buah yang berbentuk panjang namun agak melengkung serta termasuk buah majemuk. Ukuran buah tersebut mencapai 10-20 cm dengan lebar 1.5-2 cm dan teba. Warna buah jika masih muda berwarna hijau sedangkan jika sudah tua berwarna coklat tua dengan kulit buah yang keras.

6. Biji
Satu polong di dalamnya terdapat 5 sampai 20 biji. Biji trembesi ini memiliki tekstur yang keras dan biasanya dimanfaatkan sebagai olahan makanan ringan sejenis kwaci. Biji trembesi berbentuk ellipsoid, pipih, gemuk, di sisi kanan dan kiri membentuk huruf U dan berwarna kekuningan, serta permukaannya halus. Biji trembesi termasuk biji keeping dua.

Trembesi merupakan jenis pohon cepat tumbuh sehingga habitatnya tersebar di negara tropis dan subtropis. Tanaman ini adalah tanaman asli dari Amerika tropis, yaitu Peru, Meksiko, dan Brazil. Meskipun habitat asalnya di benua Amerika, trembesi telah terbukti dapat hidup dan tumbuh dengan baik di daerah tropis maupun daerah subtropis. Ki Hujan ini tersebar di daerah dengan rata-rata curah hujan 600 – 3000 mm/tahun dan pada ketinggian 0-300 meter di atas permukaan laut. Pohon ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dengan pH minimal 4,7 dan mampu bertahan hingga pH 8,5. Salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh pohon ini adalah mampu bertahan selama 2 hingga 4 bulan pada saat bulan kering dengan suhu 20oC hingga 38oC. Tempat tumbuh yang dibutuhkan oleh pohon trembesi ini adalah tanah yang memiliki drainase baik, namun masih toleran terhadap tanah yang tergenang jika hanya dalam waktu yang singkat (Lubis 2013). Pohon ini dapat tumbuh optimum pada saat hujan terdistribusi secara merata sepanjang tahun.
a. Generatif
Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan yaitu perkembangbiakan secara seksual melalui perkawinan yang dilakukan oleh tumbuhan berbiji. Dinamakan dengan perkawinan pada tumbuhan karena terjadinya pertemuan antara sel sperma dari benang sari dan sel telur dalam bakal buah. Ciri-ciri dari perkembangbiakan generatif pada tumbuhan yaitu tumbuhan mempunyai bunga, mempunyai biji, mempunyai mempunyai alat kelamin jantan dan alat kelamin betina. Proses terjadinya perkembangbiakan generatif dimulai dengan terjadinya penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan yaitu proses Jatuhnya serbuk sari pada kepala putik, adapun pembuahan yaitu proses peleburan gamet betina dan gamet jantan. Contohnya yaitu perkecambahan biji atau pembibitan biji.

b. Vegetatif
Reproduksi vegetatif atau aseksual terjadi tanpa adanya proses reproduksi anatar sel jantan dan betina. Perkembangbiakan vegetatif tidak memerlukan bunga sehingga tidak terjadi penyerbukan. Contohnya yaitu mencangkok, okulasi, sambung, stek batang, dan merunduk.

Trembesi dapat dilakukan dengan cara pembibitan dan pencangkokan dengan memotong bagian batang, dahan, atau ranting. Proses pembibitan trembesi biasanya dilakukan menggunakan biji jika pembibitan dilakukan dalam skala besar. Proses pembibitan menggunakan biji dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Biji dimasukkan dalam air bersuhu 80oC atau 176oF selama 1-2 menit dengan perbandingan volume biji dengan volume air 1:5 kemudian biji dikeringkan. Setelah itu, biji direndam dalam air hangat dengan suhu 30-40oC selama 24 jam. Metode ini dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat perkecambahan biji 90-100%. Biji akan tampak mengelupas setelah 3-5 hari setelah perendaman. Penyimpanan harus dilakukan di tempat teduh dengan pemberian air secara konstan agar dapat membantu pertumbuhan biji. Biji sudah siap ditanam saat kecambah memiliki panjang 20-30 cm. Bibit yang lebih tahan terhadap air hujan adalah bibit yang berdiameter lebih dari 10 mm. Bibit yang siap ditanam biasanya memiliki tinggi sekitar 15-30 cm dengan panjang akar 10 cm serta panjang batang 20 cm. Bibit harus memiliki diameter 5 hingga 30 mm. Penanaman bibit trembesi dapat dilakukan pada media berupa pasir di bedeng tabur atau dapat juga ditanam langsung menggunakan polybag. Polybag yang digunakan umumnya berukuran 10 x 20 cm dengan media tanam berupa tanah, pasir, dan kompos dengan komposisi 3:1:1. Setelah bibit ditanam, perlu juga dilakukan pemeliharaan bibit agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan tahan terhadap serangan hama serta terpaan angin.
a. Ekonomi
Kayu yang dijadikan bahan bangunan dan akar yang bisa dijadikan meja atau kursi.
b. Kesehatan
1. Penyakit paru – paru
Biji pohon trembesi dapat dijadikan sebagai makanan ringan seperti manfaat kuaci. Biji pohon ini juga mengandung manfaat untuk kesehatan yaitu untuk membunuh bakteri yang menyebabkan penyakit paru – paru.
2. Untuk membersihkan darah kotor
Membersihkan darah kotor dapat dilakukan dengan cara merendam biji dari pohon trembesi ke dalam air untuk direbus. Setelah mendidih saring untuk mendapatkan airnya, minum air dari biji trembesi secara teratur.
3. Mengobati flu ringan
Manfaat di bidang kesehatan lainnya dari trembesi adalah untuk mengobati flu ringan seperti pilek dan batuk.
4. Sakit Kepala
Jika anda mengalami sakit kepala baik sakit kepala sebelah ataupun sakit kepala total makan biji trembesi dapat anda gunakan untuk meredakan sakit kepala yang dialami.
5. Mencegah kanker kulit
Kanker kulit dapat disebabkan karena sinar ultraviolet yang menembus kulit secara berlebihan pada saat siang hari. Itu karenanya banyak ahli kulit yang menyarankan pemakaian tabir surya untuk melindungi kulit. Selain menggunakan tabir surya akar dari pohon trembesi dapat digunakan untuk mencegah kanker kulit. Caranya adalah sebagai berikut: Ambil akar pohon terembesi cuci sampai bersih. Setelah itu rebus akar dan gunakan airnya untuk mandi.
c. Industri
Akar dan batang yang diolah menjadi furniture rumah tangga.
d. Lingkungan
1. Untuk peneduh
Pohon trembesi banyak di jadikan sebagai pohon peneduh yang di tanam di tepi jalan. Saat cuaca panas jika melintasi jalan yang di tumbuhi pohon ini akan terasa sejuk dan segar. Pohon ini dijadikan peneduh karena ukurannya yang besar dan daunnya yang rindang.
2. Banyak menyerap karbon dioksida
Karbon dioksida adalah senyawa yang beracun bagi tubuh jika di hirup secara berlebihan. Jumlah karbon dioksida saat sekarang semakin bertambah salah satunya karena banyaknya pengendara motor. Asap knalpot yang berasal dari motor mengandung karbon dioksida dan pohon trembesi memiliki fungsi untuk menyerap karbon dioksida di udara lebih banyak dan lebih baik dari pohon – pohon lainnya. Baca juga : (Manfaat karbon dioksida)
3. Kaya akan oksigen
Setiap pohon mengeluarkan oksigen hasil dari fotosintesis mereka. Manfaat oksigen bagi manusia adalah untuk bernafas. Begitupun juga dengan pohon trembesi ini mengeluarkan banyak oksiden sehingga saat berada di dekat pohon ini tubuh akan merasa lebih segar dari pada biasanya.
4. Menyerap Air
Saat musim hujan datang salah satu dampaknya adalah banjir yang mengenang di suatu kawasan. Banjir dapat terjadi karena aliran sungai yang tidak lancar yang disebabkan oleh sampah yang berserakkan. Pohon trembesi sangat cepat dalam menyerap air sehingaa saat musin hujan banjir dapat diatasi.
Lingkungan SMA Negeri 7 Purworejo
https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-trambesi/
https://images.app.goo.gl/b4CF7Jb6FYqqHMvh8
http://plantamor.com/species/info/samanea/saman#gsc.tab=0
Guru Pembimbing: Dra. Asiyah
Konten: Septi Mustika Wibisono (X MIPA 5)
Editor: Zahra Aptari
Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira
TA 2021/2022